Description
Ma’galigo
v ma’– (menghidupkan, menuturkan) + La Galigo (epos agung Sulawesi Selatan) (Bugis)
===
Epos La’ Galigo di Leiden menjadi dokumen penting bagi sejarah dunia. Tiga ratus ribu larik ceritanya yang mengalahkan jumlah larik Mahabharata membuat institusi-institusi di Belanda begitu bangga dan merawatnya layaknya harta karun. Bagi Louie Buana, epos terpanjang di dunia itu lebih dari sekadar artefak, ia identitas penting yang mengubah hidupnya, yang mengantarkannya pada banyak petualangan.
Berkat pertemuan dengan epos itu, Louie berjumpa dengan beberapa pemuda suku Yolngu yang memanggilnya ‘wawa’ alias saudara, seorang oma Indisch yang gemar mengajari tarian-tarian Indonesia, serta seorang ilustrator yang berakhir menggarap proyek bersama dalam bentuk kartu tarot. Ada pula persamuhan dengan seorang eksil yang hingga ajal menjemput masih terus rindu untuk pulang ke Tanah Air serta cerita hadirnya negeri Cina yang letaknya tak disangka-sangka, yaitu di Sulawesi, lokasi yang sama dengan kisah tentang nekara asal Vietnam yang membuka teka-teki ‘Atlantis’-nya La Galigo.
Ma’ Galigo ri Leiden membawamu pada 16 kisah pengembaraan Louie Buana, sejak ia masih bersekolah di Yogya dan menemukan kehadiran La’ Galigo hingga kakinya menjejak di Negeri Kincir Angin dan bersua dengan kawan dan pengalaman baru.
===
Louie Buana adalah kandidat doktor di Institute for History, Universiteit Leiden, serta PhD researcher di KITLV. Pria asal Makassar ini sejak 2011 aktif mengampanyekan epos La Galigo kepada generasi muda lewat komunitas Lontara Project melalui medium-medium baru. Penelitiannya berfokus pada sejarah hukum adat, jaringan maritim Asia Tenggara, serta kolonialisme. Ia pertama kali bermukim di Belanda pada 2014.





